Resolusi tahun 2021 yang Akan Datang
Masa SMA merupakan masa yang paling
indah kenangannya untuk mayoritas orang yang pernah mengenyam pendidikan.
Berbagai kenangan yang dilalui baik senang maupun duka tidak akan ‘sirna’ dalam
memori setiap alumnus siswa SMA. Di masa inilah, para siswa dapat
mengekpresikan diri dan mencari jati diri, sebab SMA merupakan peralihan dari masa kanak- kanak
menuju kedewasaan dan terlalu tua dikatakan anak-anak dan terlalu dini dikatakan
dewasa.
Filosofi ini termuat dalam seragam
yang dikenakan para siswa SMA, yaitu putih abu-abu. Hal ini mensiratkan bahwa
siswa-siswa SMA harus sudah memiliki sifat yang lebih dewasa dari tingkat
sebelumnya. Kedewasaan ini melingkupi berbagai aspek mulai kedewasaan berpikir,
kedewasaan dalam perbuatan dan lain sebagainya.
Selain itu warna abu-abu juga melambangkan
ketenangan dan ketegasan sehingga mereka bisa lebih fokus dalam meraih
cita-cita mereka. Pada tingkat SMA khususnya kelas XII, kedewasaan dan
ketenangan sangat diperlukanan sebab ditingkat ini mereka akan melangkah ke
dunia yang ‘awam’ untuk para siswa itu sendiri serta memilih jalan kehidupan
yang akan mereka pilih nantinya, tentu saja setiap langkah yang mereka pilih
berimplikasi ke kemudian hari.
Namun, tidak semua siswa SMA merasakan indahnya
masa-masa SMA yang sangat penuh makna ini sebab merebaknya wabah Covid-19
diseluruh dunia menyebabkan berbagai dampak disetiap lini kehidupan, baik
dimasyarakat umum maupun siswa itu sendiri terutama angkatan 21. Disini kita
tidak membahas detail dimasyarakat umum tetapi kita akan fokus membahas
dilingkup siswa saja khususnya angkatan 21.
Dimasa pandemi ini kita ‘dipaksa’ beralih dari
aktivitas yang semula dilaksanakan secara tatap muka kemudian beralih dengan
serba-serbi secara daring/online. Begitu
pula dengan sektor pendidikan dilakukan secara daring yang kita kenal sebagai
Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Berbagai macam polemik muncul karena sistem yang
diterapkan saat ini. Kurangnya kesiapan PJJ dari berbagai pihak, letak
geografis Indonesia yang kepulauan , kurangnya infrastruktur pendukung dan
masih banyak lagi.
Polemik ini seperti efek domino, dimana letak utama masalahnya terletak dari kurangnya
infrastruktur pendukung untuk mejalankan PJJ kemudian memunculkan
masalah-masalah yang baru. Kita tidak dapat menyalahkan pihak satu dengan pihak
yang lain, karena wabah ini sangat mendadak, bahkan tidak ada yang mengaharapkan
wabah ini terjadi.
Lantas bagaimana nasib pendidikan di negara
Indonesia? Dengan berbagai polemik yang timbul setelah merebaknya wabah
Covid-19 akan memunculkan masalah-masalah baru atau justru dapat menyelesaikan
masalah pendidikan di Indonesia sebelumnya? Apabila kita lihat dari berbagai
polemic yang muncul justru menimbulkan permasalahan-permasalahan yang baru.
Meskipun berbagai masalah ini muncul tentu saja langkah-langkah yang diambil oleh
pemerintah tentu saja langkah yang terbaik, tidak lepas pendidikan merupakan
investasi bangsa yang sangat berharga, masa depan bangsa Indonesia sangat
dipertaruhkan. Saat ini para siswa angkatan 21 dimana selaku pelajar tingkat
akhir akan melangkah lebih jauh dan memilih jalan yang sangat beragam.
Tentu saja pelajar tingkt akhir sangat merasakan
dampak wabah ini, sebab pelajar tingkat akhir sudah mencapai ‘puncak’ dalam mengenyam
pendidikan di sekolah. Pada tingkat ini masa depan sangat menentukan untuk
melanjutkan pendidikan baik di universitas maupun di perguruan tinggi. Walaupun lulus dari suatu universitas
maupun perguruan tinggi bukan kunci utama untuk meraih kesuksesan, namun banyak
yang kita dapatkan setelah melanjutkan pendidikan ditingkat perguruan tinggi,
membuka pikiran yang lebih terbuka, dapat merasakan berbagai perbedaan,
menambah relasi dan masih banyak lagi serta yang paling utama mencapai tujuan
dan cita-cita bangsa Indonesia yang termuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar
1945. Oleh sebab itu, mayoritas orang, bahkan pemerintah yang menganggap
pendidikan itu sangat penting. Seleksi masuk perguruan tinggi maupun
universitas merupakan hal penting serta bergengsi, karena sangat mepertaruhkan
masa depan bagi siswa itu sendiri dalam meraih cita-citanya.
Meskipun masa pandemi diisi banyak hambatan dan
rintangan, kami selaku angkatan 21 pelajar yang sudah mencapai ‘puncak’ tingkat
akhir dalam mengenyam pendidikan disekolah, yang sebentar lagi melaksanakan
ujian masuk perguruan tinggi maupun universitas sangat mengharapkan 2021 lebih
baik dari tahun sebelumnya baik ekonomi, kesehatan, sosial-budaya, dan tentunya
aspek pendidikan.
Pada 2021 kami akan melaksanakan seleksi masuk
perguruan tinggi, tentunya kami sangat mengharapkan dan bertawakal untuk dapat
lolos pada seleksi yang akan datang. Kami angkatan 21 pelajar tingkat akhir
sangat menharapkan doa dan restu serta bimbingan dari bapak ibu guru, tanpa
kalian kami tidak akan dapat mencapai sejauh ini, tidak hanya bapak ibu guru
kamipun memohon doa dan restu dari pembaca dan khalayak sekalian agar terkabul
untuk menjadi orang-orang yang sukses dimasa mendatang serta membawa nama harum
dan perubahan yang positif baik keluarga, bangsa, dan pribadi masing-masing.
Hampir lupa, kami mohon untuk para
orangtua/walimurid dapat memberikan dukungan yang positif dan mendoakan yang
terbaik untuk langkah-langkah yang ingin kita capai bersama. Tentunya tanpa
ridha dan izin dari Allah SWT semuanya tidak akan tercapai, maka dari itu mari
kita bulatkan tekat untuk perubahan yang positif dan lebih baik untuk mencapai
masa depan bagi anak cucu kita kelak. Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan
sekarang kapan lagi
Tidak akan ada kemenangan tanpa perjuangan dan tidak akan ada perjuangan tanpa pegorbanan. Doa dan usaha selalu beriringan agar mendapat ridha dari Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal ‘alamin.
0 komentar:
Posting Komentar